Selasa, 05 Februari 2013

dampak perdagangan internasional terhadap perekonomian indonesia

BAB I PERDAGANGAN INTERNASIONAL A. Pengertian Perdagangan Internasional Semakin maju ekonomi suatu negara maka akan cendrung semakin banyak pula kebutuhan masyarakat negara tersebut yang harus dipenuhi. Namun, tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan tersebut mampu diproduksi sendiri di dalam negeri. Pada akhirnya, barang dan jasa yang tidak dapat diproduksi sendiri akan dibeli dari negara lain. Di sisi lain, majunya ekonomi suatu negara juga bisa menyebabkan proses produksi sebuah barang di negara tersebut bisa menjadi sangat efisien. Akibatnya, barang yang dapat diproduksi jumlahnya relatif lebih banyak dibandingkan jumlah kebutuhan nasional sehingga kelebihan produksi bisa dijual ke negara lain. Hal inilah yang disebut dengan perdagangan internasional. Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa perdagangan internasional adalah kegiatan tukar menukar atau jual beli barang dan jasa yang terjadi antara satu negara dengan negara lain dengan tujuan memperoleh keuntungan. Suatu negara berharap memperoleh harga yang lebih mahal di luar negeri dibandingkan di dalam negeri ketika menjual ke luar negeri dan sebaliknya sebuah negara mengharapkan memperoleh harga yang lebih murah di luar negeri dibandingkan di dalam negeri ketika membeli dari luar negeri. Selisih harga luar negeri dan dalam negeri inilah yang merupakan keuntungan bagi pelaku perdagangan internasional. Perdagangan internasional direalisasikan dalam kegiatan ekspor dan impor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa keluar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri ke dalam negeri. (http : // astrirhianti 93. blogspot. com /2011/04/ perdagangan-internasional-antar-negara. html) B. Teori Perdagangan Internasional 1. Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage) Teori keunggulan mutlak dikemukakan oleh Adam Smith. Keunggulan mutlak adalah keadaan suatu negara yang memperoleh keuntungan karena memproduksi suatu jenis barang dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Selanjutnya,negara dapat mengekspor kelebihan barang tersebut kepada negra yang membutuhkan (mitra dagang). Teori ini menekankan pada efisiensi penggunaan faktor produksi dalam proses produksi. 2. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) Teori keunggulan komparatif di kemukakan oleh David Ricardo. Dasar pemikiran teori ini adalah perdagangan internasional dapat terjadi jika tiap-tiap negara memiliki biaya produksi relatif paling sedikit atas jenis barang yang berbeda. Teori ini menekankan pada perbedaan efisiensi atau produktivitas relatif antar negara dalam memproduksi dua atau lebih jenis barang. Setiap negara dapat memperoleh hasil dari perdagangan dengan mengekspor barang atau jasa yang merupakan keunggulan komparatif terbesarnya. Selain itu setiap negara dapat mengimpor barang atau jasa yang bukan keunggulan komparatifnya. (http : // id. Wikipedia. Org /wiki/ perdagangan-internasinal. html) C. Faktor-faktor Yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Internasional Setiap negara dalam kehidupan di dunia ini pasti akan melakukan interaksi dengan negara-negara lain di sekitarnya. Biasanya bentuk kerja sama atau interaksi ini berbentuk perdagangan antar negara atau yang lebih di kenal dengan istilah perdagangan internasional. Beberapa faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut : 1. Perbedaan Kekayaan Alam Yang di Miliki. Tiap negara mempunyai kekayaan alam yang berbeda-beda.Oleh karena itu, masing-masing negara menghasilkan barang-barang yang berbeda pula. Ada negara yang dapat memproduksi suatu barang secara melimpah, sementara ada negara yang kekurangan barang tersebut, tetapi memiliki barang jenis lain. 2. Perbedaan Kepemilikan Faktor Produksi. Suatu negara mungkin memiliki faktor produksi dan tenaga kerja yang melimpah, tetapi tidak memiliki modal yang cukup. Sementara negara lain sebaliknya memiliki modal melimpah, tetapi tidak memiliki banyak faktor produksi dan tenaga kerja. Perbedaan ini menyebabkan masing-masing negara akan memproduksi barang sesuai dengan faktor produksi yang di miliki. Barang yang tidak di produksi sendiri akan di beli dari negara lain. 3. Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK). Suatu negara yang meguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi cendrung memproduksi barang yang membutuhkan tekhnologi canggih pula. 4. Perbedaan Harga Barang. Perbedaan harga barang-barang di dunia mendorong adanya perdagangan internasional. Masyarakat akan lebih suka membeli dari luar negeri bila memperoleh harga yang lebih murah dan cendrung lebih suka menjual keluar negeri bila memperoleh harga yang mahal. 5. Perbedaan Selera Masyarakat di Negara yang Berbeda-Beda. Selera masyarakat di tentukan oleh kebudayaan dan gaya hidup masyarakat yang bersangkutan. Misalnya, Amerika dan Jepang mampu menghasilkan mobil dalam jumlah banyak. Kenyataannya, Amerika masih mengimpor mobil dari Jepang. 6. Kebutuhan Devisa. Dalam memenuhi segala kebutuhannya setiap negara harus memiliki cadangan devisa yang digunakan dalam melakukan pembangunan. Salah satu sumber devisa adalah pemasukan dari perdagangan internasional. 7. Liberalisasi Ekonomi. Kebebasan dalam melakukan transaksi serta melakukan kerja sama memiliki implikasi bahwa masing-masing negara akan mencari peluang dengan berinteraksi melalui perdagangan antar negara. 8. Perbedaan Biaya Produksi. Biaya produksi di suatu negara dapat lebih murah dibandingkan jika di produksi oleh negara lain. Misalnya, di suatu negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah untuk bahan baku industri, akan menjadikan harga barang-barang industri di negara tersebut lebih murah, dibandingkan jika di produksi di negara-negara yang harus mengimpor bahan baku. 9. Perbedaan Sumber Daya Manusia (SDM). Sumber daya manusia (SDM) di setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Negara maju umumnya memiliki SDM dengan kualitas yang baik di bandingkan dengan negara berkembang. Negara berkembang pada umumnya di hadapkan pada jumlah penduduk yang besar namun memiliki kualitas SDM yang rendah. Perbedaan kualitas dan kuantitas tersebut menyebabkan perbedaan pada budaya, kreatifitas dan gaya hidup, yang akan menyebabkan perbedaan barang-barang yang di produksi. (http: //maspoegohkpnc. blogspot. com /2010/02/ dampak-perdagangan-internasional-bagi. html) D. Jenis-jenis Perdagangan Internasional Jenis perdagangan internasional berdasarkan wilayahnya dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu : 1. Perdagangan Bilateral Perdagangan bilateral adalah perdagangan yang dilakukan oleh dua negara secara langsung dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan yang saling menguntungkan. Misalnya perdagangan yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang. 2. Perdagangan Regional Perdagangan regional adalah perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam kawasan tertentu. Misalnya, perdagangan yang dilakukan oleh negara dalam kawasan ASEAN, Negara-negara Eropa (MEE) dan lainnya. 3. Perdagangan Antar Regional Perdagangan antar regional adalah perdagangan yang dilakukan olek negara dalam kawasan tertentu dengan negara-negara kawasan lain atau perdagangan negara antar kawasan. Misalnya, perdagangan antara negara kawasan ASEAN dengan negara kawasan Eropa. 4. Perdagangan Multilateral Perdagangan multilateral adalah perdagangan yang dilakukan oleh lebih dari dua negara atau beberapa negara di dunia dengan tidak memandang kawasan tertentu. Misalnya, Organisasi WTO (World Trade Organization) organisasi perdagangan dunia. E. Hambatan Perdagangan Internasional Dalam melaksanakan perdagangan internasional sering dijumpai berbagai hambatan, antara lain : 1. Ancaman Peperangan Tidak ada satu negarapun yang ingin bergantung kepada negara lain. Jika terjadi peperangan, hubungan antar negara yang berperang akan terputus. Negara tetangganya juga akan terpengaruh peperangan tersebut dan mengakibatkan hubungan perdagangan internasional terganggu. 2. Perbedaan Tingkat Upah Negara-negara yang tingkat upahnya rendah akan mampu menghasilkan barang dan jasa di pasaran internasional dengan harga yang murah. Hal ini akan menyulitkan negara yang tingkat upahnya tinggi. Rendahnya tingkat upah di suatu negara menyebabakan barang-barang akan membanjiri pasar suatu negara yang tingkat upahnya tinggi. 3. Perlindungan Pasar dan Kesempatan Kerja dalam Negeri Apabila perekonomian suatu negara menderita karena depresi, timbul godaan kuat untuk menaikkan tarif atau menghalangi produk luar negeri dengan alasan menjaga kesempatan kerja dan untuk melindungi barang dalam negeri. 4. Hambatan Kedaulatan Salah satu penghambat perdagangan internasional ialah oleh keberadaan kedaulatan pemerintah untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya. Contohnya, perdagangan dua kota yang berdekatan, tetapi berbeda kedaulatan seperti Sumatera dan Malaysia Barat, maka sistem perdagangannya akan diatur khusus. 5. Perbedaan Nonekonomis Lainnya Perbedaan nonekonomis antara lain, berupa politik, sosial, budaya, dan keamanan. Jika suatu negara menjalankan sistem poitik dan keamanan yang berbeda dengan negara lain yang menjadi mitra dagangnya, akan dapat mengurangi kelancaran perdagangan internasional. (Siswoyo, B. Banu. 2001. Ekonomi untuk SLTP kelas III. Malang : UM Press) BAB II PENGARUH PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA A. Dampak Perdagangan Internasional bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia Meskipun kontribusinya terhadap ekspor Indonesia tidak terlalu besar, usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan unit usaha yang paling banyak menyerap kesempatan kerja dan mempunyai jumlah unit usaha yang terbanyak pula. Usaha kecil dan menengah juga melayani kebutuhan masyarakat menengah ke bawah dalam batas-batas tertentu. UKM telah memberikan kontribusinya dalam menyumbangkan devisa, khususnya dari sektor industrinya. Dalam hal kesempatan kerja di sektor industri, sekitar 68 % kesempatan kerja yang ada diserap oleh subsektor industri kecil. Saat ini, jumlah unit usaha UKM mencapai 97 % dari total unit usaha yang ada. Dengan adanya perdagangan internasional akan memberikan dampak positif dan negatif bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di negara yang ikut dalam perdagangan internasional tersebut. Di antara dampak yang ditimbulkan bagi Indonesia antara lain, sebagai berikut: 1. Dampak Positif a. Perkembangan Penduduk Dengan adanya perdagangan internasional, maka daya saing pun bertambah sehingga dapat menimbulkan persaingan yang kompetitif diantara negara-negara. Untuk itu, UKM mau tidak mau harus melakukan perubahan dari segi apapun, baik itu dari segi produk, pemasaran hingga teknologi dengan cara seperti ini membuat UKM dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri yang kompetitif. b. Sebagai Tantangan Meningkatkan Kualitas Produk Dengan adanya perdagangan internasional ini bagi kalangan dunia usaha, khususnya untuk mereka yang memiliki usaha dengan kualitas dan manajemen yang baik, perdagangan internasional dapat dijadikan tantangan bagi pelaku dunia usaha yaitu bagaimana cara mereka bisa bersaing secara sehat dengan produk-produk dari luar negeri. Sehingga pelaku usaha akan semakin menjadikan pasar perdagangan internasional ini menjadi semangat dan modal untuk memotivasi mereka untuk selalu meningkatkan kualitas dan harga produk mereka sehingga bisa terjangkau oleh konsumen. c. Peluang Menarik Investasi Dengan adanya perdagangan internasional suatu negara dapat menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hasil dari investasi tersebut dapat diputar lagi untuk kegiatan mengekspor barang-barang hasil UKM ke negara-negara yang tidak menjadi peserta perdagangan internasional. d. Meningkatkan Volume Perdagangan Hal ini di motivasi dengan adanya persaingan ketat antar produsen. Sehingga produsen maupun importir dapat meningkatkan perdagangan yang tidak terlepas dari kualitas barang yang diproduksi oleh sektor-sektor UKM. 2. Dampak Negatif a. Menghancurkan sektor-sektor Industri Serbuan produk asing dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Padahal sebelum tahun 2009 Indonesia telah mengalami proses deindustrialisasi (penurunan industri) yang dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis UKM. b. Menghambat Daya Saing Produk Mudah masuknya produk-produk asing yang harganya relatif murah, akan mematikan UKM. Hal itu dapat menghambat daya saing produk-produk UKM karena masyarakat Indonesia memiliki tingkat perekonomian yang rendah. c. Produk Luar Membanjiri Pasar Indonesia Produk luar negeri bukan hanya barang-barang modal melainkan juga barang-barang konsumsi yang harganya super murah. Masyarakat Indonesia lebih cenderung menyukai barang yang harganya murah walaupun masyarakat mengetahui barang tersebut bukan produk Indonesia. Bukan berarti mereka tidak mendukung produk dalam negeri, melainkan tuntutan ekonomi yang menuntut mereka membeli produk asing yang lebih murah. d. Beralihnya Posisi Produsen Menjadi Pedagang (Importir) Pasar dalam negeri yang diserbu produk asing yang memiliki kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di sektor UKM menjadi pedagang atau importir saja. B. Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia Indonesia perlu melihat keadaan ekonomi dalam negeri yang masih banyak perlu dibenahi. Dalam perekonomian nasional, sering ditemui adanya sektor atau unit usaha yang masih mengandalkan fasilitas atau perlindungan dari pemerintah untuk dapat berkembang dan bertahan dalam bidang usahanya. Hal ini kemudian diperburuk dengan meluasnya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang memunculkan pelaku-pelaku ekonomi dan menciptakan struktur ekonomi yang berdaya saing rendah. Unit-unit usaha yang semacam ini sebaiknya tidak dipertahankan karena akan terdesak oleh unit-unit asing yang masuk ke Indonesia. Usaha-usaha milik anak bangsa akan kalah bersaing dan menjadi pengusaha-pengusaha yang terlempar dari pasar. Beberapa dampak perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia antara lain sebagai berikut : 1. Dampak Positif a. Memungkinkan terjadinya spesialisasi Perdagangan internasional mendorong negara-negara melakukan spesialisasi produksi sehingga Indonesia harus memilih kegiatan produksi sesuai dengan kekhasan sumber daya yang dimiliki agar dapat menjadi faktor produksi yang unggul dan menghasilkan produk berkualitas dengan harga yang murah. b. Efisiensi dalam kegiatan produksi Efisiensi dalam kegiatan produksi mengolah sumber daya untuk menghasilkan suatu barang yang lebih murah dari negara lain. Biaya produksi yang lebih murah akan menghasilkan produk dengan harga yang bersaing di pasar internasional. Efisiensi dalam kegiatan produksi dibagi menjadi dua, yaitu : 1) Efisiensi Ekonomi Efisiensi ekonomi merupakan kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa melalui pengolahan beberapa faktor produksi dengan biaya produksi minimum. Efisiensi ekonomi lebih ditekankan pada segi ekonomi. 2) Efisiensi Tekhnologi Efisiensi tekhnologi merupakan kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa karena kemampuan mengolah kombinasi beragam faktor produksi. Efisiensi tekhnologi lebih ditekankan pada segi kombinasi terbaik berbagai faktor produksi. c. Tantangan Menghasilkan Produk Berkualitas Tersebarnya produk buatan luar negeri di pasar Indonesia sukar dibendung. Keadaan itu menjadi tantangan Indonesia untuk juga dapat menghasilkan produk yang mutunya lebih baik. Adapun langkah-langkah alterantif untuk menghasikan produk-produk yang bermutu antara lain : 1) Melakukan penelitian secara kontinyu terhadap produk yang beredar pada kebutuhan pasar dunia. 2) Mengembangkan tekhnologi secara efisien dan efektif. Artinya, dengan biaya yang telah diperhitungkan, diterapkan tekhnologi yang benar-benar diarahkan dengan pengembangan produk yang semakin berkualitas. 3) Memasarkan produk Indonesia dalam berbagai moment, seperti pameran Internasional. Sebagai upaya perkenalan dan informasi keunggulan produk Indonesia. 4) Menghadirkan citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi persaingan sehat dan profesionalitas. d. Peluang Meningkatkan Ekspor Kemampuan secara tepat menetukan keunggulan komparatif secara keseriusan menghasilkan produk berkualitas internasional yang membawa peningkatan jumlah ekspor. Barang ekspor dari Indonesia pada umumnya dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Ekspor migas yaitu ekspor barang yang berupa minyak bumi dan gas alam. 2) Ekspor non migas meliputi komoditas primer dan bukan primer. Komoditas primer merupakan hasil pertanian dan pertambangan. Sedangkan komoditas bukan primer merupakan hasil industri. f. Alih Tekhnologi dari Negara-negara Maju Perdagangan internasional mendorong kemajuan ilmu penetahuan dan tekhnologi dalam negeri, terutama dalam bidang industri, dengan munculnya tekhnologi baru yang lebih modern dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat. Indonesia sebagai negara produsen dengan komoditas pertanian yang besar, Indonesia dapat membeli tekhnologi-tekhnologi tinggi sesuai komoditas yang ada. g. Meningkatkan Pendapatan Penduduk Dengan adanya perdagangan internasional Indonesia dapat meningkatkan pendapatan penduduknya dengan cara melakukan ekspor ke negara-negara maju. h. Memperluas Pasar dan Menambah Keuntungan Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan alat produksinya dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut ke luar negeri yang akan menambah devisa negara. i. Memperluas Lapangan Pekerjaan Dengan adanya perdagangan internasional dapat memperluas lapangan pekerjaan dan kesempatan masyarakat untuk bekerja. Karena, dengan semakin bertambahnya produksi dalam negeri yang di ekspor, maka akan semakin banyak juga tenaga kerja yang di butuhkan yang kemudian akan membuka lapangan pekerjaan baru. 2. Dampak Negatif a. Apabila negara tidak memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan bersaing negara akan menjadi sasaran penjualan dankebanjiran barang dan jasa dari negara lain. Sehingga impor meningkat dan akan mengurangi cadangan devisa negara. b. Masuknya produk barang dan jasa secara bebas di dalam negeri akan mengancam kelangsungan industri dalam negeri untuk mengurangi produktifitasnya sehingga kesempatan kerja berkurang. Pendapatan nasional akan menurun dan perekonomian nasional akan menurun. c. Masuknya pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan kepribadian bangsa akan mengancam generasi muda dan moral bangsa Indonesia. d. Tingginya semangat untuk mencapai efisiensi dan profit motif cendrung menurun atau hilangnya solidaritas sosial dan nasionalisme. e. Barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang dijual murah dalam negeri, yang menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar. f. Apabila tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian Indonesia akan semakin rendah dan bertambahnya pengangguran dalam negeri. g. Tidak terjaminnya halal bagi makanan dan minuman yang diimpor. Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Namun dari makanan dan minuman yang diimpor tidak terjamin kehalalannya. Untuk mengantisipasi adanya dampak negatif perdagangan internasional, maka perekonomian Indonesia setidaknya harus diupayakan, yaitu: 1) Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia melalui perbaikan sistem pendidikan nasional. 2) Meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber-sumber ekonomi. 3) Meningkatkan IPTEK baik dibidang produksi, informasi, komunikasi, dan transportasi. 4) Ikut secara aktif dalam forum-forum kerja sama ekonomi dan memanfaatkannya bagi kepentingan kemajuan bangsa. 5) Melakukan penyempurnaan lebih lanjut dalam rangka deregulasi dan debirokrasi di segala bidang secara efektif dan efisien. 6) Pembangunan moral bangsa dengan menanamkan solidaritas sosial dan nasionalisme yang kuat di bidang politik dan ekonomi.

Tidak ada komentar: